Satelit Iran Nahid-2 Diluncurkan dari Rusia, Perkuat Aliansi Luar Angkasa


Televisi pemerintah Iran mengabarkan bahwa roket Soyuz Rusia berhasil menerbangkan satelit komunikasi Nahid-2 milik Iran ke orbit pada hari Jumat (25/07/2025). Peristiwa ini berlangsung di Kosmodrom Vostochny, yang berlokasi di bagian timur jauh Rusia, menandai perkembangan baru dalam program antariksa Iran yang seringkali menimbulkan rasa waswas di negara-negara Barat. Menurut laporan france24 pada Jumat (25/07/2025), Nahid-2 memiliki bobot sekitar 110 kilogram dan sepenuhnya dirancang serta diproduksi oleh para ahli teknik di Iran.

Fungsi utama satelit ini adalah mendukung komunikasi yang bersifat strategis dan melakukan berbagai percobaan orbit dalam jangka waktu yang panjang. Walaupun begitu, perkembangan teknologi antariksa yang dicapai Iran terus menjadi perhatian serius di tingkat internasional. Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat beserta sekutunya, sudah lama mencurigai bahwa kemampuan teknologi ruang angkasa yang dimiliki Teheran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem rudal balistik jarak jauh.


Peluncuran Nahid-2 dilaksanakan menjelang dimulainya perundingan nuklir yang baru antara Iran dan tiga negara Eropa, yaitu Inggris, Prancis, dan Jerman, yang diselenggarakan di Istanbul. Keterkaitan antara kemajuan di bidang luar angkasa Iran dan program nuklirnya menjadi isu sensitif yang terus diawasi dengan ketat oleh masyarakat dunia. Sebelumnya, pada bulan Desember 2024, Iran juga mendeklarasikan keberhasilan mereka dalam meluncurkan muatan terberat ke orbit menggunakan peluncur satelit yang dibuat di dalam negeri.

Selain itu, pada bulan September tahun lalu, Iran sukses menempatkan satelit penelitian Chamran-1 ke orbit dengan menggunakan peluncur Ghaem-100 yang dikembangkan oleh divisi antariksa Korps Garda Revolusi Islam. Program luar angkasa Iran dianggap sebagai representasi kemandirian teknologi bangsa, tetapi terus memicu kekhawatiran bahwa penguasaan teknologi peluncuran satelit juga memperkuat kemampuan militer, khususnya dalam pengembangan rudal dengan jangkauan yang jauh.

Berdasarkan keterangan lembaga antariksa Rusia, Roscosmos, kerja sama dengan Iran adalah bagian dari kolaborasi strategis di bidang sains dan teknologi antara kedua negara. Namun demikian, pihak Barat tetap menganggap kerja sama ini sebagai potensi ancaman bagi kestabilan kawasan.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak