Dubai, UEA — Penampilan jet tempur generasi kelima Su-57E kembali menjadi pusat sorotan pada gelaran Dubai Airshow 2025. Jet tempur andalan Rusia ini menunjukkan rangkaian manuver ekstrem yang memukau ribuan pengunjung dan delegasi pertahanan dari berbagai negara.
Dikenal dengan kemampuan supermanuver dan teknologi siluman mutakhir, Su-57E tampil agresif sejak detik pertama. Aksi seperti post-stall maneuver, cobra, hingga tail-slide dilakukan dengan presisi tinggi, menegaskan reputasinya sebagai salah satu pesawat tempur paling lincah di dunia saat ini.
Manuver Ekstrem yang Jadi Pusat Perhatian
Dalam demonstrasi udara yang berlangsung sekitar 12 menit, pilot Rusia memperlihatkan kemampuan Su-57E untuk mempertahankan stabilitas meski berada di sudut serang ekstrem. Hal ini semakin menyoroti teknologi avionik, kontrol mesin, dan desain aerodinamis pesawat tersebut. Para penonton terlihat berulang kali bertepuk tangan, terutama ketika Su-57E melakukan manuver vertikal tajam dan rotasi cepat yang jarang ditampilkan jet tempur lain di ajang internasional.
Minat Negara-Negara Timur Tengah Meningkat
Keikutsertaan Rusia dengan paket ekspor Su-57E disebut-sebut sebagai strategi memperluas pasar pertahanan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah analis menyatakan bahwa penampilan memukau ini berpotensi meningkatkan minat negara-negara regional terhadap jet tempur berteknologi stealth tersebut. Perwakilan industri pertahanan Rusia menyebut bahwa Su-57E siap memenuhi kebutuhan pertahanan udara modern, termasuk kemampuan serangan presisi, radar canggih, serta kompatibilitas dengan beragam persenjataan baru.
Dubai Airshow 2025 Jadi Panggung Teknologi Militer Dunia
Dubai Airshow 2025 kembali menjadi magnet bagi industri pertahanan global. Selain Su-57E, berbagai pesawat tempur generasi baru, drone tempur, dan platform pertahanan lain dipamerkan dalam skala besar. Namun, banyak pengamat menilai bahwa aksi Su-57E adalah salah satu atraksi paling spektakuler tahun ini.
