Pesawat C-919, yang merupakan jet komersial lorong tunggal dengan kapasitas 158–168 penumpang, tampil menonjol dalam sesi pameran statis maupun demonstrasi udara. Desain modern dan efisiensi bahan bakar menjadi daya tarik utama, terlebih bagi maskapai di wilayah Asia dan Timur Tengah yang tengah mencari alternatif di tengah tingginya permintaan pesawat berkapasitas menengah.
Pesawat Kebanggaan China Siap Memasuki Pasar Global
COMAC menegaskan bahwa partisipasi di Dubai Airshow menjadi langkah penting untuk memperluas pasar internasional. Selama ini, pasar pesawat komersial global hampir sepenuhnya dikuasai Boeing 737 dan Airbus A320. Melalui C-919, China berharap bisa masuk dalam persaingan dan menawarkan pilihan baru bagi maskapai.
“Dubai adalah panggung strategis. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa C-919 mampu bersaing dalam hal efisiensi, kenyamanan, dan teknologi,” ujar salah satu perwakilan COMAC.
Minat Tinggi dari Negara-negara Timur Tengah
Beberapa maskapai dari Timur Tengah dan Asia dilaporkan menunjukkan ketertarikan awal terhadap C-919. Keberadaan pesawat ini di Dubai Airshow menjadi momentum penting untuk melakukan negosiasi serta memperkenalkan kemampuan teknis secara langsung kepada calon pembeli.
Para pengunjung juga tampak antusias melihat fitur kabin, sistem avionik modern, serta performa mesin yang diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga lebih efisien dibanding generasi sebelumnya.
Tantangan Besar Menanti COMAC
Meski tampil impresif, C-919 masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait sertifikasi internasional dan produksi massal. Namun, langkah agresif China menunjukkan bahwa negara tersebut semakin yakin dengan kemampuan industri aviasinya.
Kehadiran C-919 di Dubai Airshow tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di pasar pesawat komersial dunia akan semakin ketat. Boeing dan Airbus kini punya kompetitor baru yang siap menggoyang dominasi mereka.
