Turki terus menunjukkan kemajuan pesat dalam industri dirgantara dan pertahanan. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut berhasil meluncurkan berbagai inovasi strategis yang tidak hanya memperkuat posisi militernya, tetapi juga menjadikan Turki sebagai salah satu pemain penting dalam pasar aviasi global. Industri dirgantara Turki—yang dikelola melalui perusahaan-perusahaan utama seperti Turkish Aerospace Industries (TAI) dan Baykar Technology—menghasilkan sejumlah produk unggulan yang kini dipakai berbagai negara.
Mulai dari drone tempur, pesawat tak berawak, hingga jet tempur generasi baru. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah berkembang pesatnya drone serang Bayraktar TB2, yang telah digunakan di berbagai kawasan konflik dan terbukti efektif serta efisien dalam operasi tempur modern. Keberhasilan ini membuat banyak negara mulai mengadopsinya sebagai bagian dari sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Indonesia Membelian 48 Unit Jet Tempur KAAN Generasi Terbaru dari Turki
Turki juga mempercepat pengembangan TF-X KAAN, jet tempur generasi kelima pertama yang dikembangkan negara tersebut. Pesawat ini disebut-sebut akan memiliki kemampuan stealth, kecepatan tinggi, serta sistem avionik modern yang bersaing dengan jet tempur buatan negara besar seperti AS, Rusia, dan China. Jika proyek ini sukses, Turki akan menjadi satu dari sedikit negara di dunia yang mampu memproduksi jet tempur canggih secara mandiri.
Tak hanya memperkuat armada militernya, teknologi dirgantara Turki kini menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Drone seperti Akinci, TB2, hingga platform UAV lainnya telah diekspor ke puluhan negara, meningkatkan pamor Turki sebagai pemasok teknologi militer terkemuka. Keberhasilan ekspor ini bukan hanya soal pemasukan ekonomi, tetapi juga simbol bahwa teknologi Turki sudah diakui dunia.